Utang-Utang kian Bertambah

Utang selalu menjadi sesuatu yang akrab dengan kehidupan bernegara—kecuali mungkin beberapa Negara Arab. Menarik untuk melihat utang-utang Amerika dari satu tahun ke tahun lainnya, dan dari satu presiden ke presiden lainnya.

Pada tahun 1900 jumlah utang AS mencapai 2 Miliar. Pada tahun 1920 mencapai 25 Milyar. Pada tahun 1940 adalah 42 miliar. Pada tahun 1943 mencapai 136 Milyar dan tahun sudah mencapai 258 Milyar. Tahun 1968 mencapai 347 Miliar, dan pada tahun 1976 mencapai 620 Miliar.

Pada tahun 1992 Clinton membuat utang Amerika menjadi 4,064 Triliun dan hanya menambah 1 triliun untuk utang dalam 8 tahun. Pada tahun 2000 itu adalah Bush Jr 5,674 Triliun hanya menambah 5 triliun untuk utang tahun 2008 yang mencapai 10,024 Triliun. Dan sekarang pada tahun 2009 akhir utang Amerika sudah mencapai 11,909 Triliun.

Rakyat Amerika jelas melihat pada utang ketika seorang presidennya mulai dan ketika dia selesai berkuasa. Nixon melipatgandakan utang dari 347 juta menjadi 620 miliar dalam 8 tahun.

Carter kira-kira mengangkat utang 4 kali dari 900 billion menjadi 2 trilliun dan Bush SR, dua kali lipat dalam 4 tahun sampai 4 Triliun. Clinton mengangkatnya 1,5 triliun dalam 8 tahun menjadi 5,6 Triliun dan Bush JR, dua kali lipat lagi seperti ayahnya menjadi 10 Triliun.

Jika diperhatikan maka hampir selalu pasti bahwa utang-utang Negara yang menggelembung disebabkan oleh anggaran perang yang membabi buta. Empat tahun berikutnya dari sekarang, rakyat Amerika akan melihat berapa banyak utang yang ditinggalkan oleh presiden mereka yang dianggap paling bersahaja dan simpatik sepanjang sejarah.

By: eramuslim.com

Iklan

Mengungkapkan Kepetingan Mesir Dibalik Pembangunan Tembok Baja

Rabu, 06/01/2010 14:00 WIB:  Republik Arab Mesir yang merupakan negara tetangga satu-satunya bagi Gaza ternyata tak banyak memberikan harapan. Di penghujung tahun 2009 kemarin, negeri pimpinan Husni Mubarok yang diharapkan menunjukkan solidaritasnya sebagai sesama bangsa Arab, ternyata justru berbalik menjadi musuh dengan mendukung Zionis Israel dan Amerika. Mesir pun berdalih, pembangunan tembok baja yang telah mereka langsungkan, memiliki tujuan menjaga stabilitas kemanan nasional dan mencegah terjadinya penyelundupan senjata. Dengan mewujudkan proyek tembok baja ini semakin memperjelas posisi pemerintah Mesir sebagai negara yang buta akan nasionalisme Arab dan tak memiliki rasa solidaritas terhadap nasib saudaranya seakidah di Jalur Gaza, di tengah terhimpitnya rakyat Gaza yang selama empat tahun menjalani hidup di bawah blokade yang dilegalkan dunia internasional. Apa pun alasannya, dengan tembok bajanya Mesir telah sukses menyempurnakan bangunan penjara terbesar dunia di Gaza dengan memenjarakan 1,5 juta jiwa penduduk, yang 50% diantaranya adalah anak-anak dan 80% masyarakatnya berada di bawah garis kemiskinan. Saat ini 5,4 km dari 10 km total panjang perbatasan Mesir-Gaza telah ditanami Mesir dengan deretan tembok baja berkedalaman 20-30 m dan tebal 50 cm (al-jazeera.net). Untuk mewujudkan proyek ini Mesir tak perlu bersusah payah, karena cukup menanti kiriman kapal-kapal yang mengangkut tembok-tembok baja tersebut yang telah dipersiapkan dari Amerika. LSM HAM Arab yang berada di London membeberkan rahasia dibalik kualitas tembok ini; kekuatan baja yang digunakan dibuat tahan dari ledakan bom, selain itu juga tahan bakar, sehingga dipastikan aman dari upaya para pekerja penggali terowongan menembus tembok baja ini. Tak cukup sampai di situ, proyek tembok baja yang pembuatannya melibatkan inteljen 4 negara; Mesir, Amerika, Prancis dan Israel ini, juga dilengkapi dengan alat pengintai. Pemerintah Obama telah membelanjakan 50 juta USD untuk membelikan alat-alat super canggih guna mengawasi tembok perbatasan, mulai dari kamera, alat penyadap dan alat pengintai lainnya. Prancis pun turut melengkapainya dengan meluncurkan satelit mata-mata jenis Helios 2B yang non stop mengawasi kawasan tembok baja tersebut. Perbatasan yang memanjang hingga bibir laut tengah Mediterania ternyata juga dimanfaatkan oleh Mesir guna mendukung kuatnya proyek tembok baja ini. Dengan memompa air laut melalui pipa-pipa berdiameter 6 inchi di kedalamanan 30 m bawah tanah, ditargetkan mampu menggemburkan tanah sehingga tanah mudah longsor dan menyulitkan dibuatnya terowongan di seputar kawasan itu. Upaya ini yang dinilai dapat mencemarkan sumur-sumur di sekitar perbatasan. Karena air yang dipompa dari laut ini akan mempengaruhi sumber mata air dari sumur-sumur di Gaza, sehingga krisis air bersih pun diprediksikan oleh beberapa pakar akan menimpa masyarakat Gaza dalam waktu dekat. Lantas, apa sesungguhnya yang diinginkan Mesir dari upaya ini, sehingga ia rela menggadaikan harga dirinya di mata dunia Arab secara khusus dan dunia Islam secara umum? Yang perlu dicermati secara mendasar adalah, membedakan keinginan pemerintah Mesir dan rakyat Mesir. Masyarakat Mesir yang mayoritas muslim merupakan masyarakat yang terzolimi oleh penguasa negerinya. Mayoritas mereka paham betul akan Yahudi sebagai musuh bersama, namun kediktatoran dan tangan besi pemerintah memaksa mereka untuk bungkam. Mesir memiliki ketergantungan bahan dasar makanan pokok bangsanya berupa ‘isy dari gandum yang disuplai oleh Amerika. Maka jelas, membangkang kepada Uncle Sam sama artinya dengan menyengsarakan kebutuhan pokok rakyat, dan ini berpotensi marahnya rakyat yang berujung terancamnya kekuasaan. Sejauh ini ‘isy mendapatkan subsidi dari pemerintah, dengan cara ini pemerintah mendiamkan rakyatnya. Namun jika kebutuhan dasar ini goncang, maka teciptalah peluang emas untuk melakukan peggulingan pemerintah secara massif, dan ini yang ditakutkan pemerintah. Bagi mereka, lebih baik Al Aqsa tergadaikan dengan mengikuti keinginan Amerika dan Israel ketimbang kehilangan kekuasaan. Lawan politik terberat bagi pemerintah Mesir adalah Ikhwanul Muslimin (IM). Sudah bukan rahasia lagi bila Ikhwanul Muslimin memiliki keterkaitan erat dengan pemerintah di Gaza yang dipimpin oleh Hamas. Karena organisasi ini berdiri di atas manhaj Ikhwani. Melonggarkan nafas Gaza, bagi Mesir sama saja dengan memberi nafas bagi lawan politiknya. Di sisi inilah letak kesamaan pemerintah Mesir dan Israel, atau lebih tepatnya mereka memiliki musuh bersama. Yaitu Hamas musuh bagi Israel dan IM musuh bagi pemerintah Mesir. Namun kajian pemerintah Mesir untuk mengamankan posisinya dalam kekuasaan tak akan berumur panjang. Alih-alih ingin dianggap pahlawan di depan rakyatnya, pemerintah Mesir sebenarnya tengah menggali lubang kuburannya sendiri dan mengancam kehidupan rakyatnya di masa depan. Israel tetaplah Israel yang dulu sukses memenangkan perang Arab-Israel dengan kelicikannya. Hal ini yang dikhawatirkan oleh rakyat Mesir yang sadar politik. Wujud asli Israel akan nampak ketika Gaza mampu dikuasai. Kalaulah pemerintah Mesir sadar, Gaza hingga kini sebenanya adalah tameng penyelamat bagi Mesir dari Israel. Jatuhnya Gaza sama artinya membukakan jalan lebar untuk Israel mencaplok daerah tetangganya yang tidak lain adalah Mesir. Obsesi Israel Raya yang terbentang dari Niel hingga Eufrat tentu bukan hisapan jempol belaka, dan impian lama itu masih terwarisi hingga terwujud. Dan Mesir saat ini tengah menjadi objek permainan dari Zionis itu. Adapun Hamas dan rakyatnya di Gaza, kendati dikhianati berulang-ulang oleh Mesir dalam perjanjian-perjanjian gombal, Hamas tak jenuh untuk berupaya melobi Mesir. Tentunya tanpa mengurangi wibawanya sebagai pemerintah yang tangguh dalam menjaga bumi Gaza. Terbukti dalam perjanjian rekonsiliasi yang digagas Mesir beberapa bulan lalu, Hamas dengan tegas menolak isi kesepakatan yang lebih menguntungkan pihak Fatah. Penolakan Hamas untuk menandatangani isi perjanjian inilah yang disebut-sebut oleh salah satu media cetak Israel membuat Mesir berang dan berujung dengan pembangunan tembok baja seperti sekarang.

Zico Pertanyakan Gol Arshavin

LONDON – Arsitek anyar Olympiacos Zico cukup sportif mengakui keunggulan Arsenal pada penyisihan Grup H Liga Champions, Rabu (30/9/2009) dinihari. Namun, pelatih asal Brasil itu kecewa wasit mensahkan gol kedua The Gunners yang dilesakkan Andrei Arshavin.

Arsenal mengukuhkan diri sebagai pemuncak klasemen sementara usai meraih kemenangan 2-0 atas Olympiacos. Sejak laga bergulir, skuad besutan Arsene Wenger memang tampil dominan di hadapan pendukungnya sendiri.

Bomber Belanda Robin van Persie membuka keunggulan tuan rumah setelah memaksimalkan umpan Eduardo da Silva di menit ke-78. The Gunners memastikan kemenangan setelah Arshavin menceploskan gol kedua, empat menit sebelum full time.

Namun, gol Arshavin mencuatkan kontroversi. Pasalnya, bintang asal Rusia itu terlihat dalam posisi offside setelah bermain umpan satu-dua dengan sang kapten Cesc Fabregas.

Tak pelak, keputusan ini langsung menuai protes Zico. Dia pun mempertanyakan pemilihan ofisial pertandingan yang berkebangsaan Prancis, sama halnya dengan Wenger.

“Di sini ada tiga wasit Prancis dengan seorang pelatih Prancis dan tim lawan yang memiliki 10 pemain Prancis. Mungkin seharusnya kami mendapatkan wasit dari negara lain,” cetusnya kepada BBC.

Meski demikian, Zico tidak lantas menuding pertandingan berjalan bisa. Pelatih 56 tahun itu hanya berharap, keputusan itu murni kesalahan.

“Saya rasa mereka (wasit) tidak bersikap bias. Kami harap itu hanya kesalahan,” tukas mantan arsitek Fenerbahce dan CSKA Moscow.

Lebih lanjut, Zico justru secara sportif memuji penampilan impresif Fabregas dkk. “Kami berharap bisa menuai hasil lebih baik, tapi Arsenal adalah salah satu tim terbaik saat ini,” tandasnya.

Sumber : Okezone.com

Wolfsburb Ujian Terberat The Reds Devil

MANCHESTER – Manchester United akan mendapat ujian perdana saat bermain di kandang sendiri. Tantangan yang harus dihadapi adalah meladeni kualitas VfL Wolfsburg pada babak penyisihan Grup B Liga Champions di Old Trafford, Kamis (1/10/2009).

Bek Manchester United Nemanja Vidic mengatakan Wolfsburg akan menjadi tantangan besar bagi timnya.

“Wolfsburg merupakan juara Bundesliga dan memiliki pemain berkualitas, khususnya di lini depan. Ini akan menjadi pertandingan keras dan saya pikir kami akan menjadi dua tim yang berjuang menuju tempat teratas di grup,” kata Vidic seperti dilansir situs resmi klub, Rabu (30/10/2009).

“Bila Anda tidak tahu tim atau pemain yang berkualitas, Anda tidak selalu tahu apa yang akan diharapkan dalam pertandingan. Tapi itulah mengapa kami mempunyai orang-orang di klub, yang menunjukkan kepada kami video sebelum pertandingan. Sehingga kami dapat mengetahui dengan tepat bagaimana mereka bermain,” lanjut pemain asal Serbia tersebut.

“Ini bagian yang sangat penting dari persiapan kami. Kami perlu tahu apa yang diharapkan dari para pemain dari masalah terkecil karena bisa membuat perbedaan,” lanjutnya.

“Semua orang ingin bermain baik melawan Manchester United dan mencoba mengalahkan kami. Ini bukan hal baru bagi kami. Kami hanya perlu berkonsentrasi pada diri sendiri, bekerja keras dalam pelatihan dan terus berbenah,” pungkasnya.

Jadwal pertandingan lain:
CSKA Moscow v Besiktas di Luzhniki, Moscow
Bayern v Juventus di Allianz-Arena, Munich
Bordeaux v Maccabi Haifa di Stade Chaban-Delmas, Bordeaux
Real Madrid v Marseille di Bernabeu, Madrid
Milan v Zurich di Stadio Giuseppe Meazza, Milan
Porto v Atletico Madrid di Estadio do Dragao, Porto
APOEL Nicosia v Chelsea di GSP-Stadion, Nicosia

Sumber : Okezone.com

Sikap Memaafkan dan Manfaat dari Memaafkan

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman: “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:

… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Juga dinyatakan dalam Al Qur’an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. “Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Qur’an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, “…menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur’an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.

Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.

Sebuah tulisan berjudul “Forgiveness” [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.

Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.

Sumber : HarunYahya.com

Mendapatkan Kedamaian Ketika Mengingat Allah

Menurut penelitian oleh David B Larson dan timnya dari the American National Health Research Center [Pusat Penelitian Kesehatan Nasional Amerika], pembandingan antara orang Amerika yang taat dan yang tidak taat beragama telah menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan. Sebagai contoh, dibandingkan mereka yang sedikit atau tidak memiliki keyakinan agama, orang yang taat beragama menderita penyakit jantung 60% lebih sedikit, tingkat bunuh diri 100% lebih rendah, menderita tekanan darah tinggi dengan tingkat yang jauh lebih rendah, dan angka perbandingan ini adalah 7:1 di antara para perokok.
Dalam sebuah pengkajian yang diterbitkan dalam International Journal of Psychiatry in Medicine, sebuah sumber ilmiah penting di dunia kedokteran, dilaporkan bahwa orang yang mengaku dirinya tidak berkeyakinan agama menjadi lebih sering sakit dan mempunyai masa hidup lebih pendek. Menurut hasil penelitian tersebut, mereka yang tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit usus-lambung daripada mereka yang beragama, dan tingkat kematian mereka akibat penyakit pernapasan 66% lebih tinggi daripada mereka yang beragama.

Para pakar psikologi yang sekuler cenderung merujuk angka-angka serupa sebagai “dampak kejiwaan”. Ini berarti bahwa keyakinan agama meningkatkan semangat orang, dan hal ini berpengaruh baik pada kesehatan. Penjelasan ini mungkin sungguh beralasan, namun sebuah kesimpulan yang lebih mengejutkan muncul ketika orang-orang tersebut diperiksa. Keimanan kepada Allah jauh lebih kuat daripada pengaruh kejiwaan apa pun. Penelitian yang mencakup banyak segi tentang hubungan antara keyakinan agama dan kesehatan jasmani yang dilakukan oleh Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard telah menghasilkan kesimpulan yang mencengangkan di bidang ini. Walaupun bukan seorang yang beragama, Dr. Benson telah menyimpulkan bahwa ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih banyak pengaruh baik pada kesehatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain. Benson menyatakan, dia telah menyimpulkan bahwa tidak ada keimanan yang dapat memberikan banyak kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah.

Apa yang mendasari adanya hubungan antara keimanan dan jiwa raga manusia ini? Kesimpulan yang dicapai oleh sang peneliti sekuler Benson adalah, dalam kata-katanya sendiri, bahwa jasmani dan ruhani manusia telah dikendalikan untuk percaya kepada Allah.
Kenyataan ini, yang oleh dunia kedokteran pelan-pelan telah mulai diterima, adalah sebuah rahasia yang dinyatakan dalam Al Qur’an dengan kalimat ini “…Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d, 13:28). Alasan mengapa orang-orang yang beriman kepada Allah, yang berdoa dan berharap kepada-Nya, lebih sehat secara ruhani dan jasmani adalah karena mereka berperilaku sesuai dengan tujuan penciptaan mereka. Filsafat dan sistem yang tidak selaras dengan penciptaan manusia selalu mengarah pada penderitaan dan ketidakbahagiaan.

Kedokteran modern sekarang sedang mengarah menuju pemahaman tentang kebenaran ini. Seperti kata Patrick Glynn: “Penelitian ilmiah di bidang psikologi selama lebih dari 24 tahun silam telah menunjukkan bahwa, … keyakinan agama adalah satu di antara sejumlah kaitan paling serasi dari keseluruhan kesehatan jiwa dan kebahagiaan.”

Negara Islam Mini Bernama Jalur Gaza

Menggali informasi yang akurat di Jalur Gaza bukan pekerjaan gampang. Para jurnalis harus bekerja ekstra keras agar bisa mendapatkan keterangan atau sekedar komentar dari penduduk Gaza tentang peristiwa atau hal-hal baru yang sedang terjadi di tengah penduduk Gaza.

Belakangan ini, terlihat ada trend yang menunjukkan gejala makin mengkristal di kalangan warga Gaza. Sebuah trend makin menguatnya pengaruh kelompok Salafi dan elemen-elemen Sunni yang kokoh dalam menancapkan dominasi keislaman di Jalur Gaza.

Sejak Hamas memenangkan pemilu di Palestina, gerakan ini sebenarnya sudah mulai menerapkan norma dan praktek-praktek hukum Islam ke tengah masyarakat Gaza. Namun tidak seketat dan sekaku yang diterapkan oleh kelompok Salafi dan sejumlah kelompok Muslim Sunni lainnya.

Sejumlah sumber di Jalur Gaza mengakui makin menguatnya pengaruh kedua kelompok itu dan telah memicu perbedaan pandangan di kalangan tokoh-tokoh pergerakan Hamas. Di tingkat jajaran kepemimpinan Hamas, lebih menyukai perubahan menuju penerapan syariah Islam di Jalur Gaza dilakukan dengan pelan-pelan dan tidak terlalu cepat atau terlalu jauh dari keinginan publik Gaza secara luas. Tapi ada elemen garis keras dalam Hamas, termasuk kelompok Salafi yang menginginkan agar syariah Islam mulai diperkenalkan dan diberlakukan dengan ketat pada masyarakat Gaza. Indikasinya bahwa kelompok ini menginginkan perubahan yang serba cepat di Gaza terlihat dari tekanan-tekanan mereka pada Hamas dan cara-cara kelompok tersebut untuk menetapkan norma-norma dan hukum Islam yang semula hanya berstatus norma sosial menjadi semacam kewajiban legal yang harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh seluruh warga Gaza.

Kelompok Salafi dan kelompok Sunni lainnya itu misalnya, telah mendirikan pasukan khusus “penegakkan amar ma’ruf nahi munkar” yang operasionalnya berada di bawah komando Kementerian Waqaf Islam. Pasukan ini bertugas untuk memastikan bahwa semua perilaku warga Gaza sesuai dengan norma dan aturan Islam. Untuk itu, pasukan ini rajin melakukan patroli ke taman-taman, pinggir pantai dan tempat-tempat publik lainnya.

Seorang warga Gaza mengungkapkan, pasukan itu pernah menegur seorang lelaki yang mengenakan celana pendek ketika sedang duduk di balkon rumahnya. Lelaki itu dinasehati untuk tidak mengenakan celana pendek saat berada di luar rumah. Pasukan amar ma’ruf nahi munkar juga bakal memberlakukan sejumlah aturan, antara lain melarang para lelaki bertelanjang dada saat berjemur di pantai, kaum perempuan yang berjemur di pantai harus berpakaian lengkap, tempatnya terpisah dengan kaum lelaki, tidak boleh senyum-senyum apalagi tertawa cekikikan.

Dalam pasukan penegak amar ma’ruf nahi munkar juga dibentuk satuan khusus yang beranggotakan perempuan. Pasukan khusus perempuan ini bertugas untuk mengawasi kaum perempuan Gaza apakah sudah berpakaian dan berperilaku Islami serta untuk menangani perempuan yang terlibat pelanggaran hukum. Sedikitnya ada 100-150 perempuan yang bertugas dalam pasukan itu. Mereka mengenakan busana Muslim lengkap dengan cadar dan sarung tangan.

Proses Islamisasi di Jalur Gaza oleh kelompok-kelompok Salafi dan Muslim Sunni yang komitmen dengan syariah ini juga sudah merembet ke bentuk-bentuk kehidupan sosial masyarakat Gaza. Sekarang, masjid-masjid di Gaza harus memiliki apa yang disebut sebagai “Amir Jamaah” atau pemimpin komunitas jamaah masjid. Kedudukan Amir ini, menurut sumber-sumber di Gaza, setara dengan pemimpin politik yang mengatasnamakan otoritas berwenang di Gaza. Amir bertugas untuk memantau kebiasaan salat seluruh jamaah masjidnya dan harus cepat turun tangan untuk melakukan intervensi jika melihat ada gejala menurunnya “keimanan” anggota jamaahnya.

Jilbab juga sudah bisa diterima sebagai norma sosial yang harus dipatuhi kaum perempuan di Gaza. Kaum perempuan di Gaza kini makin banyak yang mengenakan busana khas perempuan Muslim berwarna hitam panjang longgar yang menutup seluruh tubuh dilengkapi dengan jilbab, bahkan kaum perempuan dari kalangan Kristiani tidak keberatan mengenakan jilbab saat keluar rumah. Sejak musim panas tahun ini, Hamas sebenarnya sudah menerapkan kebijakan agar sekolah-sekolah menengah pertama di Gaza mewajibkab para siswinya untuk mengenakan busana muslimah itu beserta jilbabnya.

Di sektor ekonomi, perubahan menuju kehidupan yang islami di Jalur Gaza juga mulai dibangun. Musim semi tahun ini, Hamas sudah merintisnya dengan mendirikan “Bank Islam Nasional.” Setelah ini, akan didirikan sejumlah perusahaan asuransi dan investasi berbasis syariah di Gaza.

Pembatasan terhadap akses internet dan buku-buku yang isinya dianggap “tidak bermoral” juga mulai diberlakukan di Gaza. Proses hukum dengan menggunakan hukum Islam juga digunakan selain sistem hukum formal yang diberlakukan selama ini.

Perubahan yang sedang terjadi di Jalur Gaza menuju ke arah sebuah pemerintahan “republik Islam” bukan hanya menjadi salah satu rencana besar yang dirancang kelompok pejuang Hamas, tapi juga karena keinginan yang muncul dari kalangan akar rumput dan desakan dari tokoh-tokoh ultra relijius yang berada di dalam dan di luar Hamas.

Kepemimpinan di Hamas sendiri sangat bergantung pada legitimasi keislamannya yang membuat kelompok ini bukan semata-mata menyuarakan diri sebagai kelompok nasionalis yang membawa bendera Islam. Ditambah desakan-desakan dari kelompok Salafi dan Muslim Sunni yang berkomitmen dengan syariah di luar Hamas, bukan tidak mungkin akan berdiri sebuah negara mini yang secara penuh menerapkan hukum Islam, itulah negara Republik Islam Gaza. (Jonathan Spyer/JP/ln)

Sumber : Era Muslim

  • Kalender

    • November 2017
      S S R K J S M
      « Jan    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      27282930  
  • Cari